Latest Post

Rumus-rumus Pecahan


RUMUS-RUMUS PECAHAN
1. Pecahan merupakan bilangan yang menggambarkan bagian dari keseluruhan.
2. Pecahan senilai adalah pecahan-pecahan yang bernilai sama.
3. Pecahan senilai diperoleh dengan cara mengalikan atau membagi pembilang dan penyebutnya dengan   
    bilangan   yang sama.
4. Suatu dapat disederhanakan dengan cara membagi pembilang dan penyebut pecahan tersebut dengan faktor 
    persekutuan terbesarnya.
5. Jika penyebut kedua pecahan berbeda, untuk membandingkan pecahan tersebut, nyatakan menjadi pecahan 
    yang senilai, kemudian bandingkan pembilangnya.
6. Pada garis bilangan, pecahan yang lebih besar berada di sebelah kanan, sedangkan pecahan yang lebih kecil 
    berada di sebelah kiri.
7. Di antara dua pecahan yang berbeda selalu dapat ditemukan pecahan yang nilainya di antara dua pecahan 
    tersebut.
8. Untuk mengubah bentuk pecahan ke bentuk persen dapat dilakukan dengan cara mengalikan pecahan 
     tersebut dengan 100%.
9. Untuk menentukan hasil penjumlahan atau pengurangan dua pecahan, samakan penyebut kedua pecahan 
    tersebut, yaitu dengan cara mencari KPK dari penyebut-penyebutnya, kemudian baru dijumlahkan atau 
    dikurangkan pembilangnya.
10. Untuk menentukan hasil perkalian dua pecahan dilakukan dengan cara mengalikan pembilang dengan 
     pembilang dan penyebut dengan penyebut.
11. Invers perkalian dari pecahan p/q adalah q/p
12. Suatu bilangan jika dikalikan dengan invers perkaliannya hasilnya sama dengan 1.
13. Penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal dilakukan pada masing-masing nilai tempat dengan cara 
     bersusun. Urutkan angka-angka ratusan, puluhan, satuan, persepuluhan, perseratusan dan seterusnya dalam 
     satu kolom.
14. Hasil kali bilangan desimal dengan bilangan desimal diperoleh dengan cara mengalikan bilangan tersebut 
     seperti mengalikan bilangan bulat. Banyak desimal hasil kali bilangan-bilangan
     desimal diperoleh dengan menjumlahkan banyak tempat desimal dari pengali-pengalinya.


        Download Rumus-rumus Pecahan    Rumus Bilangan Pecahan


 

Pelepasan Pengawas Wil IV Kab. Bekasi 2012

Asiknya Mendengaarkan Pencerahan dari Bpk Taska
HariTerakhir Jabatan Pengawas Kab. Bekasi

Pelepasan Pengawas Wilayah IV Di Gugus XVII SLB KAb. Bekasi
Tempat di Sekretarian Gugus ( SLB Ananda Mandiri )
Pada tanggal 26 Januari 2012.

Selamat Jalan Bpk Taska Terimaksih selama ini telah memberikan Wejangan, Motifasi yang tak pernah henti-hentinya kepada kami. Semoga Bpk diberikan kelancaran, kesuksesan selalu, dan semoga di tempat binaan bapk yg baru lebih baik..
amiiin Ya robb...............
 











 

Pengertian Bimbingan Konseling

Pengertian Bimbingan Konseling


Bimbingan Konseling, Bimbingan adalah Proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga men-capai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial)”


Bimbingan dan Konseling, “Proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka mem-bantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya”.

Fungsi layanan Bimbingan dan Konseling
  • fungsi pemahaman
Memahami Karakteristik/Potensi/Tugas-tugas perkembangan Peserta didik dan membantu mereka untuk memahaminya secara objektif/realistik

  • fungsi preventif
Memberikan Layanan orien-tasi dan informasi mengenai berbagai aspek kehidupan yg patut dipahami peserta didik agar mereka tercegah dari masalah

  • fungsi pengembangan
Memberikan Layanan Bimbingan untuk Membantu Peserta didik Mampu Mengembangkan potensi dirinya/Tugas-tugas perkembagannya

  • fungsi kuratif
Membantu para Peserta didik agar mereka dapat memecahkan masalah yang dihadapinya (pribadi,sosial, belajar,atau karir)


Jenis – jenis Bimbingan dan Konseling

Bimbingan akademik

Bertujuan:
1.     Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif.
2.     Memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
3.     Memiliki keterampilan belajar yang efektif.
4.     Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan belajar/pendidikan.
5.     Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.
6.     Memiliki keterampilan membaca buku.

Bimbingan pribadi/social

Bertujuan:
1.     Mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME.
2.     Memiliki pemahaman ttg irama kehidupan yg bersifat fluktuatif (antara anugrah dan musibah) dan mampu meresponnya dg positif.
3.     Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif
4.     Memiliki sikap respek thd diri sendiri
5.     Dapat mengelola stress
6.     Mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang diharamkan agama
7.     Memahami perasaan diri dan mampu mengekspresikannya secara wajar
8.     Memiliki kemampuan memecahkan masalh
9.     Memiliki rasa percaya diri
10.   Memiliki mental yang sehat

Bimbingan karier

Bertujuan:
1.     Memiliki pemahaman tentang sekolah-sekolah lanjutan.
2.     Memiliki pemahaman bahwa studi merupakan investasi untuk meraih masa depan.
3.     Memiliki pemahaman tentang kaitan belajar dengan bekerja.
4.     Memiliki pemahaman tentang minat dan kemampuan diri yang terkait dengan pekerjaan.
5.     Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir.
6.     Memiliki sikap positif terhadap pekerjaan.
7.     Memiliki sikap optimis dalam menghadapi masa depan.
8.     Memiliki kemauan untuk meningkatkan kemampuan yang terkait dg pekerjaan.

Bimbingan keluarga

Bertujuan:
1.     Memiliki sikap pemimpin dalam keluarga
2.     Mampu memberdayakan diri secara produktif
3.     Mampu menyesuaikan diri dengan norma yang ada dalam keluarga
4.     Mampu berpartisipasi aktif dalam mencapai kehidupan keluarga yang bahagia.

Tujuan diberikannya layanan Bimbingan dan Konseling
1.     Menghayati nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam berperilaku
2.     Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek nilai dan berani menghadapi resiko.
3.     Memiliki kemampuan mengendalikan diri (self-control) dalam mengekspresikan emosi atau dalam memenuhi kebutuhan diri.
4.     Mampu memecahkan masalah secara wajar dan objektif.
5.     Memelihara nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalamberinteraksi dengan orang lain.
6.     Menjunjung tinggi nilai-nilai kodrati laki-laki atau perempuan sebagai dasar dalam kehidupan sosial
7.     Mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas yang positif
8.     Memperkaya strategi dan mencari peluang dalam berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompetitif.
9.     Mengembangkan dan memelihara penguasaan perilaku, nilai, dan kompetensi yang mendukung pilihan karir.
10.   Meyakini nilai-nilai yg terkandung dalam pernikahan dan berkeluarga sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yg bermartabat.
 
 
Support : SLB Ananda Mandiri
Publis by Admin Gugus 17